Memperingati Hari Bahasa, PBA-STAISPA Yogyakarta Adakan Seminar Nasional

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sunan Pandanaran Yogyakarta kembali mengadakan seminar nasional dalam rangka memperingati gebyar hari Bahasa Arab sedunia (22/12). Seminar dengan tema “Tren Baru Bahasa Arab di Era Revolusi Industri 4.0: Peluang dan Tantangan” yang diadakan program studi Pendidikan Bahasa Arab STAISPA ini dihadiri tiga pembicara dan 120 mahasiswa. Beberapa pembicara yang dihadirkan adalah  Dr. Bakri Ahmed Muhammed Khatir, M.Hum, Dr. Imadudin Sukamta, M.A dan Toni Pransiska, M.Pd.I. Acara ini dihadiri penuh semangat  termasuk mahasiswa PBA sendiri. Pasalnya Dr Bakri yang berasal dari Sudan dan sebagai native speaker menjadi alasan antusiasime tersendiri para mahasiswa.

Dalam sambutannya sebagai Ketua STAISPA sekaligus pembicara, Dr. Imadudin Sukamta mengemukakan salah satu quots dalam bahasa Arab yang berarti bahasa bukan segala galanya, tetapi segalanya memerlukan bahasa. Berangkat dari quots ini beliau menasihatkan pentingnya menumbuhkan ghirroh dalam belajar bahasa yang kemudian  mengejawantahkan dalam pengaplikasian. “Ajarkan dan pelajari bahasa Arab, karena bahasa Arab bagian dari agama kita” jelas beliau melajutkan. Beliau juga mengajak audience dalam melihat potensi Bahasa Arab sebagai peluang dan tantangan era 4.0 dengan memanfaatkan semua ketersediaan kemajuan sebagai fasilitas terutama dalam mempelajarinya.

Kemudian Dr. Bakri sebagai grand tamu seminar dalam pembicaraanya mejelaskan masifnya gambaran situasi revolusi industry. Beliau juga menyediakan beberapa berita fakta bagaimana peran manusia tergeser oleh alat dalam masa industry. “Sekarang sudah ada mobil tanpa supir, tapi bukan jin” jelas beliau disusul bahak tawa para audience. Dalam penyampaiannya, Dr. Bakri menceritakan banyaknya pengalaman beliau sebagai pengajar ataupun penerjemah yang seluruhnya itu buah dari penguasaan bahasa Arab dan bahasa lainnya. Pentingnya melihat peluang bahasa di era revolusi industry merupakan salah satu yang beliau garis bawahi dengan cara tarjet pencapaian. Beliau mengajak penuh gigih terhadap para audience yang notabene adalah mahasiswa untuk mempelajari ilmu terutama bahasa dengan target tematik di kesetiap harian. Sehingga penguasaan dan bakat dapat ditumbuhkan dan tentunya berpeluang berpengalaman dalam menghadapi era revolusi industry. Sebagai pembicara, bapak Toni Pransiska, M.Pd.I menjelaskan pentingnya memanfaatkan ketersediaan fasilitas dalam mempelajari bahasa terutama bahasa Arab. “Kalian bisa daring di you tube kapanpun, mendengarkan native secara langsung” tegas beliau melanjutkan. Beliau juga menambahkan beberapa penjelasan tentang tantangan bahasa di era revolusi. Menurut beliau, Bahasa Arab ‘amiyah sebagai bahasa pasaran yang berkembang secara masif dan liar menjadi tantangan besar yang kemudian harus dibarengi dengan penguasaan. Diakhir kata beliau menampilkan slide yang berisi beberapa alamat yang kemudian dapat di kunjungi sebagai fasilitas belajar bahasa secara daring. Rangkaian acara ini berjalan dengan lancar di jam 13.00 WIB siang hari  yang kemudian ditutup dengan dengan do’a oleh pimpinan Dr. Imadudin dan diamini penuh khidmah oleh semua peserta seminar. (akh)

Leave a Comment