Kunjugan UNINUS ke STAISPA: Mengintip Model Pendidikan Pesantren

Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung melakukan Kunjungan ke STAI Sunan Pandanaran pada Jum’at, 11 Januari 2019 di Gedung Hijau STAI Sunan Pandanaran. Kunjungan ini dalam rangka bimbingan literasi mahasiswa pascasarjana. 20 mahasiswa S-3 serta dua dosen pembimbing hadir pada kunjungan ini.

“Tujuan kami kesini untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa program Doktor Prodi Ilmu Pendidikan mengenai pendidikan di pesantren. Harapannya kunjungan ini bisa mutualisme, saling menguntungkan kedua belah pihak, saling tukar pendapat tentang pendidikan standar pesantren. Sekarang ini banyak pesantren baru dari berbagai aliran yang tidak sejalan dengan tujuan Indonesia. Perlu role model pendidikan, dan pesantren sudah punya sejarah panjang berkontribusi bagi Indonesia” disampaikan oleh Prof. H. E. Mulyasa, pimpinan Program Doktor Prodi Ilmu Pendidikan UNISNU Bandung.

Dalam kesempatan tersebut, KH. Jazilus Sakhok, Ph.D selaku Wakil Ketua Bidang Akademik, Administrasi, dan Kemahasiswaan STAI Sunan Pandanaran menyampaikan materi mengenai kepesantrenan dan juga bagaimana pengembangan SDM di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA).

“Santri adalah sebutan umum untuk seseorang yang tinggal di pesantren. Unsur pesantren memuat asrama, kiai, masjid, dan kitab kuning. Asrama adalah tempat tinggal para santri. Kiai adalah guru dari para santri. Biasanya merupakan tokoh sentral dalam kepesantrenan sekaligus pimpinan dalam pesantren. Ketiga, masjid yang menjadi ruang belajar santri. Dan keempat kitab kuning yang merupakan buku yang dipelajari oleh para santri. Buku yang dibahas biasanya tentang keagamaan dari mulai dasar hingga sampai rinci”. Sedikit kutipan materi KH. Jazilus Sakhok, Ph.D. [Nadia Aini]

Leave a Comment