Berita

Seminar Internasional Pendidikan

Yogyakarta – Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran telah menyelenggarakan Seminar Internasional Pendidikan, Sabtu (16/11). Seminar yang bertajuk “Existence of Islamic Education in the Era of Industrial Revolution 4.0: Opportunities and Challenges” dimoderatori oleh Syukur Prihantoro, M.Pd. Seminar kali ini mendatangkan pembicara Dr. Hamidah binti Sulaiman sebagai Senior Lecturer di Department of Educational Psychology and Counselling University of Malaya dan Prof. Dr. Zawawi bin Ismail, M. Ed. sebagai Deputy Dean di Faculty of Education University of Malaya. Selain itu, Kaprodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STAI Sunan Pandaranan,  Zeni Hafidhotunnisak, M.Pd.I., turut serta sebagai pembicara pada kesempatan kali ini. Acara tersebut dihadirioleh sekitar 150 peserta, sebagian besar kursi dipenuhi oleh mahasiswa prodi PGMI dan PBA.

Dalam sesi materi, Prof. Dr. Zawawi bin Ismail, M. Ed. mengungkapkan bahwa peran Guru di era Revolusi Industri 4.0 ini hanya mencapai kisaran 20 %, sedangkan 80 % lainnya merupakan sumbangan dari teknologi, internet, sosmed, dan lainnya. ”Perbaikan pendidikan sebaiknya dilakukan dengan mengupgrade aktivitas dalam kelas, karena materi pembelajaran bersifat abadi,” imbuh beliau. Selanjutnya Dr. Hamidah binti Sulaiman memaparkan solusi dalam  menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dengan menyentuh sisi spiritualitas. Beliau berharap agar para pemerhati pendidikan mampu meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada Allah dan menyerahkan diri kepada Allah secara total agar tetap berakhlaq mulia dan sholat tetap terjaga. (melisa-rizka/red)

Comment here