PTIQ dan STAISPA Tanda Tangan MoU

Sabtu, 19 Januari 2019. Rombongan dengan jumlah 80 orang civitas akademik Institut PTIQ Jakarta datang di kampus hijau STAI Sunan Pandanaran. Rombongan ini bermaksud untuk berkunjung sekaligus memandatangani nota kerjasama antara Institut PTIQ Jakarta dengan STAI Sunan Pandanaran. Kunjungan ini disambut langsung oleh KH. Mu’tashim Billah, S.Q., M.Pd.I. ketua STAI Sunan Pandanaran sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran serta beberapa keluarga ndalem dari Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, seperti Ibu Hj. Muflichah Mas’ud.

“Pondok Pesantren Sunan Pandanaran ini didirikan pada tahun 1975 oleh KH. Mufid Mas’ud. Awalnya, pesantren ini terdiri hanya satu komplek saja dan dikhususkan untuk orang-orang yang ingin menjaga al-Qur’an yang biasa dikenal sebagai hafidz-hafidzah. Namun, seiring berjalannya waktu, pesantren ini juga membuka lembaga pendidikan formal, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi yang saat ini kita tempati yaitu STAI Sunan Pandanaran.” cuplikan sambutan dari KH. Imaduddin Soekamto, MA. selaku Senat STAI Sunan Pandanaran.

Disusul dengan sambutan dari Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si. dari jajaran wakil rektor Institut PTIQ Jakarta, “1 April 1971 Intitut PTIQ didirikan. Awal berdirinya, seluruh mahasiswa mendapatkan beasiswa dan akomodasi setiap bulannya. Nama PTIQ sendiripun mengalami beberapa kali perubahan. Diantaranya, Pengembangan Tilawah dan Ilmu Qur’an (PTIQ) berubah menjadi  Ilmu Studi Qur’an (ISIQ) dan berubah lagi menjadi Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (PTIQ).”

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang silaturahim alumni PP. Sunan Pandanaran yang kini telah sukses di bidangnya. “Relasi yang terbangun antara Institut PTIQ dengan STAI Sunan Pandanaran adalah relasi struktural guru dan murid. Banyak alumni Pondok Pesantren Sunan Pandanaran yang menjadi pimpinan di PTIQ, seperti saya sendiri, Pak Khusnul Hakim dan lain-lain. Penandatangan MoU ini hanya sekedar legalitas formal saja. Besar harapan saya melalui kerjasama ini kedua perguruan tinggi dapat membentuk progam-progam yang selaras dengan tujuan pendiri dari masing-masing institut.” Ujar Dr. Ali Nurdin, MA. selaku wakil rektor III.

Penandatangan MoU (perjanjian kerjasama ini) menjadi simbol keterikatan secara formal antara STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta dan Institut PTIQ Jakarta dengan berbagai harapan dari masing-masing institusi. Dokumen perjanjian ini ditandatangani langsung oleh jajaran pimpinan STAI Sunan Pandanaran (KH. Imaduddin Soekamto, M.A., KH. Mu’tashim Billah, S.Q., M.Pd.I., KH. Jazilus Sakho, Ph.D.) dan juga jajaran pimpinan Institut PTIQ Jakarta (Dr. H. Syamsul Bahri Tanrere, Lc., M.Ed., Dr. H. Ali Nurdin, MA., Prof. Dr. H.M. Darwis Hude, M.Si.). [Nadia dan Atik]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *